Cerita Pengusaha Baju Sukses di Indonesia Dengan Nama "Zalora"


Terlahir dari keluarga biasa-biasa saja, anak kelahiran 1997 ini memutuskan untuk terjun ke dunia bisnis sejak sangat belia. Sejak berusia 17tahun, setelah usaha keluarganya mengalami penurunan dan sampai mengharuskan menutup sementara usahanya. Ikhsan yang memiliki hobi menggambar dan senang berjualan itu tidak patah semangat dan terus berjuang untuk terus hidup.

Dari saat itulah ia mencari uang sendiri dengan bekerja tetapi kehendak tidak sesuai hobinya, ia bekerja sebagai pelayan di rumah makan kecil dengan upah yang pas dan terkdang bisa kurang, setelah bekerja cukup lama tetapi hasil yang didapat masih belum mencukupi. Akhirnya ia pun memutuskan untuk mengakhiri pekerjaannya ini. Setelah keluar dari kerja ikhsan sempat susah mencari pekerjaan karena disaat itu ekonomi sedang mengalami resesi atau penurunan yang cukup jauh, tak pantang menyerah ikhsan ikut bekerja bersama pamannya menjadi kuli bangunan yang mendapatkan upah lumayan besar tetapi  dengan pengerjaan proyok jangka panjang.

Tak putus asa, sambil bekerja sebagai kuli ia juga berusaha mencari pekerjaan lain yang cocok dan layak sehingga bisa menghidupi dirinya dan keluarganya. Sempat mengalami sakit parah yang mengharuskan ikhsan dirawat di rumah sakit, itu dikarenakan terlalu lelah bekerja dan mencari pekerjaan lain kerja tiap hari. Karena tidak memiliki dana yang cukup untuk membayar obat dan rumah sakit, ikhsan pun harus meminjam uang di bank yang menjadi hutang dia di masa ini dan dia juga langsung memikirkan solusi dan cara agar dapat melunasi tagihan yang ada di bank. Setelah keluar dari rumah sakit ia kembali bekerja sebagaimana biasanya tetapi kepala pekerja bangunan mengharuskan ikhsan untuk berhenti karena kondisi yang dia miliki tidak stabil dan tidak dalam kondisi prima. Akhirnya ia pun stress dan harus ke arah mana untuk mendapatkan pekerjaan lagi.

2 bulan berlalu sudah ikhsan tak bekerja, kesana-kemari mengirimkan surat lamaran kerja dan melakukan segala hal agar mendpatkan pekerjaan tetapi tidak membuahkan hasil satu pun. Di suatu pagi hari saat ia sedang membersihkan rumah lalu datanglah kerabat jauh yang sedang ingin berkunjung, tak lama berbincang kemudian ikhsan ditanyai soal pekerjaan dan kebetulan posisi ia lagi menganggur akhirnya ikhsan di tawarkan pekerjaan oleh kerabatnya, pekerjaannya hanya biasa saja yaitu menjadi seorang penyedia jasa design seperti, design banner, design poster, dll. Sejak ikhsan bekerja dengan kerabatnya ia mulai merasakan hidupnya mulai membaik dan mulai bisa memberikan sebagian hasil kerjanya lagi kepada orang tua sendiri. Selagi melakukan pekrjaan design, tiba sesaat ikhsan mulai terpikirkan untuk membuka usaha ia sendiri, yaitu usaha pakaian khusus pria.

Dengan idenya itu dia mulai melakukan riset seperti apa pakaian pria yang bagus untuk di zaman sekarang ? modelnya seperti apa dan bagaimana? bahan berkualitas seperti apa yang digunakan?Semua itu ia melakukannya dengan perlahan, melakukan riset saat waktu luang seperti di hari libur. Ikhsan berjalan dari satu toko ke toko lain untuk melihat seperti apa pakaian pria yang sering dipakai sehari-hari dan untuk saat ketika liburan atau mendatangi pada suatu acara. Lama sudah seminggu berlalu mengunjungi toko pakaian pria dan mengitari jalanan untuk melihat apa yang ada di depan mata.

Dengan membulatkan tekad nya dia pun mulai membuat baju pertamanya dengan model boombogie atau baju sehari-hari yang simple,lembut dan nyaman. Mulai dibuatnya dengan bahan cotton combed saja karena itu juga menyesuaikan dana yang dia miliki, bahan tersebut yang dipakai sudah memilliki keunggulan juga seperti tidak panas dan nyaman dipakai karena bahan dasar utamanya adalah kapas. Tak sendirian membuat nya ia dibantu oleh salah satu partner masa kecilnya.



Saat ikhsan mulai membuat baju ia mengalami masalah yaitu kekurangan alat dan bahan, jadi ia memakai alat dan bahan seadanya. Selesai sudah baju yang dia buat, dia tidak langsung memasarkannya melainkan memberikan baju itu secara gratis kepada orang lain, kerabat dan keluarganya untuk menilai hasil baju yang dibuatnya, apakah nyaman atau tidak baju tersebut. Dari baju yang ia berikan itu bisa dibuat menjadi penilaian produk yang dibuatnya, karena hasil yang di sampaikan dari seorang yang ia berikan baju saat itu memuaskan dan bagus, akhirnya ia mencoba memasarkan produk yang dia buat itu di toko online, karena ia berfikir potensi untuk laku produk  lumayan cukup tinggi, sebelum merilis produk tersebut ia memberikan nama atau brand yang dibuatnya yaitu Zalora.

Setelah menetapkan brand, ia langsung menjual dan memasarkannya di toko online, tak disangka produk yang dia jual setelah seminggu tak ada yang membeli, kemudian datang seorang yang awalnya hanya ingin melihat produk secara online yang dibuat ikhsan tetapi malah justru didatangi ke lokasi. Dengan kedatangan konsumen satu ini produk yang dibuat ikhsan menjadi laku setelah dibeli oleh konsumen tersebut, pasalnya si konsumen mengunggah video tentang produk ikhsan yang dibelinya di akun media sosialnya, semakin ramai yang menonton postingan tersebut alhasil produk ikhsan banyak yang membeli dan laku keras terjual. Setelah yakin dengan produk yang ia jual akhirnya ikhsan memutuskan untuk berhenti bekerja dengan kerabatnya dan berterimakasih karena sudah membantunya disaat sedang dalam kondisi down.

Karena produk ikhsan terjual ludes habis, ia pun bergerak membuat nya lagi, sebelum itu ia akan membeli alat yang lebih canggih dan bahan lainnya agar lebih mudah membuatnya. Tetapi kali ini dengan model yang lain dan tak biasa dari lainnya dikarenakan banyak juga request dari konsumen. Kali ini ia membuat baju tuxedo untuk dewasa dan anak-anak dengan bahan premium dan unggulan yaitu dari ulat sutra yang diambil benangnya dan dijadikan kain, agar saat yang memakainya makin terlihat mewah dan elegan.

Minusnya membuat baju tuxedo ini yaitu memakan waktu lumayan cukup lama sekitar 4 bulan maka dari itu ia sambil membuat baju lainnya dengan design motif gambar orang, tulisan kata-kata, gambar gedung dll. Itu dilakukannya karena agar mendapatkan pemasukan lebih dan bisa untuk  membuat baju lainnya.

Sekian lama 4 bulan berlalu akhirnya baju tuxedo selesai dibuat dan siap di pasarkan, kali ini ikhsan memasarkan lewat akun media sosialnya jadi jika ada yang tertarik bisa datang ke lokasi produksinya. Dan ternyata banyak peminatnya dan banyak yang memesan untuk membeli baju tuxedo ini.  Setelah mendapatkan banyak keuntungan ikhsan pun memulai membuka toko dengan nama brand nya diatas dekat atap toko nya dan mulai mencari tambahan karyawan untuk  membuat memproduksi baju dan melayani di toko.

Dua tahun berjalan, sudah banyak produk yang di pasarkan dan dijual yang dapat menghasilkan banyak keuntungan akhirnya ikhsan pun bisa membayar lunas hutang kepada bank yang saat itu ia pinjam karena tak mampu membayar tagihan rumah sakit. Ia berkata, tak terbayangkan betapa susahnya kehidupan yang dulu dan sekarang bisa mudah membeli barang dan mendapatkan sesuatu dengan hasil jerih payahnya sampai saat ini, ia juga tak lupa berterimakasih kepada kedua orang tua dan kerabatnya yang telah mendukung dan mambantu nya selama ini.

Banyak kejadian tak terduga bahwa produk yang ikhsan buat ternyata bisa sampai di pakai oleh pak presiden saat kunjungan industry dan artis-artis terkenal juga tentunya. Salah satunya baju yang dipakai pak presiden yaitu baju kemeja kotak-kotak dengan ciri khas nya pak presiden sendiri dan itu menjadi kebanggaan diri ikhsan. Semakin lama brand yang dibuat ikhsan mulai terkenal dan naik daun namanya, dari situ mulai membuka cabang-cabang hingga keluar pulau. Tidak hanya soal keuntungan yang di dapat terus menerus, ada kalanya masalah pun ikut masuk dan berjalan di kehidupan dan mempengaruhi usaha nya tersebut. Tak cepat putus asa ikhsan langsung mencari masalahnya dimana dan menyelesaikan masalah yang ada agar tidak terlalu banyak beban yang di pikulnya.Lalu sejak akhir tahun 2022, bisnis ikhsan telah resmi berbadan hukum dan mendapatkan perlindungan dengan nama brand yang dibuatnya yaitu Zalora. Dan sampai saat ini produknya masih berjalan dan tambah popular dikalangan anak muda.

 

Komentar